ARTIKEL
Sekolah Lapang Iklim di Desa Berta: Dari Menebak Cuaca ke Pertanian Berbasis Data
Perubahan iklim yang tidak menentu mendorong petani Desa Berta mengikuti Sekolah Lapang Iklim (SLI). Melalui program ini, mereka belajar membaca prakiraan cuaca, memetakan pola hujan, mencatat suhu, dan mengantisipasi risiko seperti banjir atau kekeringan. Petani diperkenalkan pada catatan tanam digital sederhana—tanggal tanam, jenis benih, dosis pupuk, gejala hama, hingga hasil panen—yang kemudian dianalisis bersama untuk evaluasi musim berikutnya. Aplikasi cuaca gratis, kalender tanam berbasis wilayah, serta teknik mitigasi risiko (mulsa organik, varietas toleran, jadwal tanam bergilir) mulai masuk ke praktik sehari-hari. Hasilnya, keputusan tanam tidak lagi sekadar intuisi, tetapi juga dukungan data. Sinergi antara kearifan lokal dan ilmu pengetahuan modern ini menjadi modal penting Desa Berta untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah dinamika iklim global.
Artikel saat ini masih dalam tahap pengembangan. Informasi akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan verifikasi dari berbagai sumber resmi. Mohon kesabarannya, dan pantau terus untuk mendapatkan informasi terbaru.Artikel saat ini masih dalam tahap pengembangan. Informasi akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan verifikasi dari berbagai sumber resmi. Mohon kesabarannya, dan pantau terus untuk mendapatkan informasi terbaru.