ARTIKEL
SEJARAH DESA
Desa Berta, yang juga dikenal dalam beberapa catatan sebagai dusun di Kecamatan Susukan, adalah wilayah administratif formal dalam sistem pemerintahan Kabupaten Banjarnegara. Desa ini terdiri dari lima pedukuhan, di mana salah satunya adalah Dusun Pete, yang menjadi salah satu bagian dominan dari komunitas lokal.
Secara demografis, penduduk Desa Berta sebagian besar bermata pencaharian di sektor pertanian—baik petani sawah, kebun, maupun hutan. Mereka juga memanfaatkan hasil dari area hutan seperti kayu dan bambu. Masyarakat mengolah bambu menjadi kerajinan tangan seperti anyaman besek, tampah, dan juga produk kreatif dari limbah botol minuman menjadi tas. Ibu-ibu desa juga melaksanakan produksi rumahan seperti bulu mata palsu dan rambut palsu, yang dikerjakan di rumah sambil menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga.
Sementara itu, terkait dengan identitas budaya dan sejarah lokal, sumber-sumber resmi digital belum mencantumkan secara eksplisit sejarah awal pembentukan desa, tahun berdirinya, tokoh pendiri, atau kronik lokal formal yang bisa dijadikan referensi dokumen. Oleh karena itu, bagian tersebut belum dapat dimasukkan dalam artikel ini dengan keautentikan yang terjamin.
Satu cerita lokal yang tersedia secara online adalah legenda terkait nama “Berta”, sebagaimana diulas oleh Den Juneng Suhu Padepokan Carang Seket. Menurut cerita tersebut, asal-usul nama Desa Berta berasal dari nama istri Ki Baron Sekeber—seorang saudagar asal Spanyol yang kabarnya mengembara di Nusantara dan memiliki keterkaitan dengan cerita sejarah panjang yang berkaitan dengan Mataram. Desa ini dahulunya dikenal sebagai Paluh Amba, sebelum berubah menjadi “Berta”. Tokoh pendiri seperti Ki Baron Sekeber dan tokoh lainnya disebut-sebut dalam cerita lisan dan manuskrip lokal, meskipun belum ada verifikasi dokumenter formal.
Informasi lebih lanjut dari data sumber provinsi maupun lembaga penyelenggara pemerintahan desa (seperti SID Jateng) saat ini menunjukkan belum adanya entri resmi mengenai indeks desa membangun, kehutanan, ekonomi atau sosial yang dapat dijadikan rujukan.
Artikel saat ini masih dalam tahap pengembangan. Informasi akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan verifikasi dari berbagai sumber resmi. Mohon kesabarannya, dan pantau terus untuk mendapatkan informasi terbaru.Artikel saat ini masih dalam tahap pengembangan. Informasi akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan verifikasi dari berbagai sumber resmi. Mohon kesabarannya, dan pantau terus untuk mendapatkan informasi terbaru.